Saat Semua Teriakkan Alam Harus Dilestarikan, Masyarakat Kemloko Sudah Melakukan
oleh MJ Sammy, pada 20 Jan 2021, 16.08 WIB
Isu perubahan lingkungan masih menjadi sesuatu yang krusial. Bagaimana tidak? Sedianya sumber alam yang bisa diperbaharui, kadang luput dari perhatian. Tak terkecuali keberadaan air dan oksigen. Hal tersebut diambil momentum kegiatan yang diinisiasi oleh kelompok pelestari anggrek dan lebah bertajuk "Penanaman Pohon: Menabung Mata Air dan Oksigen untuk Masa Depan", Rabu (20/1) di area hutan lindung Desa Kemloko.
Kepala Cabang Dinas Kehutanan Wilayah IX, Slamet Rohadi mengatakan peran penting masyarakat dibutuhkan karena menjaga pada hutan merupakan tanggung jawab. Oleh karena itu, banyak kelompok masyarakat Kemloko dilibatkan seperti kelompok tani, karang taruna, siaga bencana, serta anggota Banser dan IPNU-IPPNU tingkat ranting.
"Harapannya, program ini berhasil dan berlanjut, sehingga generasi penerus memiliki semangat yang sama untuk menjaga kelangsungan hidup hutan," ujar Slamet Rohadi pasca kegiatan penanaman.
Jenis pohon yang ditanam terdiri atas beberapa macam, seperti gayam/Inocarpus edulis sebagai penyeimbang ketersimpanan air, penetralisir polusi; trembesi/enterolobium saman. Selain itu juga dikembangkan tanaman buah sirsak/anona muricata dan jambu/eugenia aquea untuk persediaan makanan spesies monyet ekor panjang yang banyak ditemukan di sekitar area tersebut. Jenis lain yang menghasilkan banyak oksigen, ketapang kencana/terminalia catatapa juga disertakan.
Petugas Perhutani lapangan Nursalim mengatakan tujuan dari kegiatan tersebut mewarisi kelestarian hutan kepada generasi berikutnya. Beliau menjelaskan, di samping restorasi hutan yang terbakar pada tahun sebelumnya, juga untuk menyiapkan ketahanan air dan oksigen, karena menurutnya hutan yang lestari akan bermanfaat baik secara langsung maupun tidak langsung bagi masyarakat sekitarnya.
(MJ-S)








Aseeek tenan ngene ki,
BalasHapusmari lestarikan alam
Mantapppp
BalasHapus