Langsung ke konten utama

PERINGATAN HARLAH IPNU KE 67 & IPPNU KE 66 PIMPINAN RANTING KEMLOKO, TEMBARAK

Hari Lahir Diperingati Khidmat, Momentum untuk Berhikmah

Oleh MJ Sammy, Ahad 28 Feb 21
Foto oleh Abdul Muhid Muzadi ( Mz Chepp )
Foto Makan Bersama Seusai Pemotongan Tumpeng

Suasana Sabtu malam (27/2) di gedung NU Kemloko lantai 2  menjadi tidak hening. Sejak pukul 19.00 WIB sudah banyak pengurus dan anggota memadati tempat duduk yang telah disediakan. Benar saja, acara peringatan hari lahir Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) ke 67 serta Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) ke 66 bakal digelar.
Pelajar NU Kemloko Bersholawat dipilih menjadi judul acara, dengan tajuk "Transformasi Pelajar untuk Peradaban Bangsa" untuk gambaran penguatan dinamika dalam berorganisasi.
Iringan dari grup hadrah IPNU Kemloko menambah semarak malam tersebut. Syair dan syi'ir dengan maksud syiar dibawakan dengan apik oleh kelompok yang digawangi oleh Anwar dan kawan-kawan. Salawat dan syi'ir seperti Assalamu'alaik, Ayo Ngaji, Sing Kèri Cokot Baya, Isyfa'lana dan sebagainya berhasil membuat hadirin ikut bersenandung salawat bernuansa islami. Berikutnya, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, sebagai wujud nasionalisme dan komitmen warga NU nahdliyyin memupuk kecintaan pada NKRI. Ya Lal Wathan dan mars IPNU-IPPNU juga dinyanyikan bersama jamaah yang hadir.
Foto dari Panitia ( Bang Chepp Muhide )

"Transformasi pelajar dimaksudkan untuk perubahan dari dalam diri, sudah barang tentu menjadi lebih baik, lebih giat dari tahun sebelumnya," kata Abdul Majid yang mewakili panitia pelaksana dalam sambutannya.
Salah satu sesi rutin yang tidak boleh terlewat pada setiap acara NU adalah tahlil, yang malam tersebut dipimpin oleh K.H Nasikhun, serta doa dari Kyai Munawir Suyuti Syuriyah NU ranting Kemloko.
Pembacaan maulid Simtudduror juga dilaksanakan oleh jamaah yang hadir, berlanjut mauidzah hasanah oleh pembina organisasi tersebut, Kyai Ahmad Fachrurodin - Tanfidiyah"Tetaplah berbuat baik, kepada siapapun, karena itu adalah hal sederhana yang bisa kita tiru dari rasulullah SAW, tanpa mengesampingkan tuntunan sunah yang lain," ujar Kyai Fachrur -sapaan masyarakat pada beliau-beliau. Beliau juga menekankan pentingnya soliditas organisasi berlandaskan kegiatan belajar, karena belajar berarti membangun kesadaran diri, serta hidup bermasyarakat.
Foto Oleh Panitia ( Adip Murtadho )

Motto IPNU-IPPNU dengan belajar, berjuang, bertakwa perlu diinternalisasi sejak dini. "Belajar dulu, belajar apapun, nanti berjuang akan beriring bersamaan kewajiban," tandasnya.
Foto Pemotongan Tumpeng Oleh Komandan Banser Ranting Kemloko


Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama didirikan 67 tahun lalu oleh mahasiswa Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, K.H Tolchah Mansoer, tepatnya 22 Februari 1954 atau 20 Jumadil Akhir 1373 H. Sedangkan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) 2 Maret 1955 atau 8 Rajab 1374 dengan pandega pertama Dra. Hj. Umroh Machfudzoh. Bermula dari organisasi perjuangan hingga menjadi organisasi nasional seperti yang kita kenal seperti saat ini.
Foto Dari Panitia Pelaksana Acara

Acara ditutup dengan pemotongan tumpeng nasi kuning oleh sesepuh dewan syuriah-tanfidziyah kepada perwakilan kepengurusan IPNU-IPPNU. Tumpêng ( _-Jawa-, nèk mêtu kudu mêmpêng_/jika keluar harus bersungguh-sungguh) sejalan dengan semangat kepengurusan organisasi berlambang buku, bulu, dan bintang tersebut.


SUPPORT KAMI DI👇👇

Facebook : Nu Kemloko
Instagram : nu_rantingkemloko
Blogspot : nurantingkemloko


Facebook : Ipnu Ippnu Kemloko
Instagram : ipnuippnu_kemloko
YouTube : PELAJAR NU KEMLOKO
Twitter : IPNU IPPNU KEMLOKO

Facebook : Lazisnu Kemloko
Instagram : lazisnu_kemloko

Sekretariat : Gedung Nu Desa Kemloko. Jl. Simpang 4 Desa Kemloko Kec. Tembarak Kab. Temanggung Jawa Tengah Kode Pos 56261

Komentar